Development of Religious Moderation through Religious and Cultural Literacy
Abstract
The objective of the research is to foster religious moderation by enhancing religious and cultural literacy. The growth of religious moderation through religious and cultural literature is hindered by the intricate nature of varied civilizations, the prevalence of radical acts and extremism within religious circles, and the exclusive qualities of the radical educational environment. This research utilizes literary studies to gather information pertaining to the progression of religious moderation via religious and cultural literature. The research findings indicate that religious and cultural literacy can be effectively fostered through the Madrasah Literacy Movement (GLM) program, which consists of three key stages: 1) the initial phase of adaptation, 2) the cultivation of reading interest, and 3) the enhancement of access to reading resources. The Ministry of Religion implements the Intercultural Religious Literacy (LALB) program, which focuses on three key competencies: 1) personality, 2) comparison, and 3) collaboration.
References
- Ahmad Zamakhsari. (2020). Teologi Agama-Agama Tipologi Tripolar; Eksklusivisme, Inklusivisme dan Kajian Pluralisme. Tsaqofah; Jurnal Agama Dan Budaya, 18(1), 35–51.
- Anshari, E. S. (2004). Wawasan Islam, Pokok-Pokok Pikiran Tentang Paradigma dan Sistem Islam. Gema Insani.
- Asriadi. (2019). Komunikasi Antar Budaya dalam Perspektif Al-Qur’an Surat Al-Hujurât Ayat 13. Jurnal Retorika, 39.
- Bahasa, B. P. (2020). Kamus Besar Bahasa Indonesia Daring. Kementerian Pendidikan Kebudayaan.
- Choirul Fuad Yusuf. (2021). Literasi Keagamaan Generasi Millenial Indonesia: Tantangan Masa Depan Bangsa (Risma Wahyu H. & Yaqub Fahmilda, Eds.). LIPI Press.
- Davids. (2017). Islam, Moderation, Radicalism, and Justly Balanced Comunities. Journal of Muslim Minority Affairs, 309–320.
- Dinar Bela Ayu Naj’ma, & Syamsul Bakr. (2021). Pendidikan Moderasi Beragama Dalam Penguatan Wawasan Kebangsaan. Academica, 5(2), 421–434.
- Fujiwara, S. (2010). On Qualifying Religious Literacy: Recent Debates on Higher Education and Religious Studies in Japan. Teaching Theology & Religion, 13(3), 223–236.
- Ghazali, A. M. (2016). Toleransi Beragama Dan Kerukunan dalam Perspektif Islam. Jurnal Agama dan Lintas Budaya.
- Habibah, M. (2020). Literasi Agama Islam Sebagai Strategi Pembinaan Karakter Religius Siswa. Journal of Childhood Education, 4(1), 45.
- Hanafi. (2009). Konsep Al-Wasthiyah dalam Islam. Harmoni Jurnal Multikultural Dan Multireligious, 40.
- Ibda, F. A. (2018). Media Literasi Sekolah: Teori dan Praktik. Pilar Nusantara.
- Ikhsan. (2019). M.A. Al-Quran dan Deradikalisasi Paham Kegaamaan di Perguruan Tinggi: Pengarusutamaan Islam Wasathiyah (Vol. 2, Issue 2, pp. 98–112).
- Irawan, R. A. (2019). Modul dan Panduan Teknis Gerakan Literasi Ma’arif. Asna Pustaka.
- Iswanto, A. (2018). Praktik Literasi Agama Pada Masyarakat Indonesia Tempo Dulu: Tinjauan Awal Atas Naskah-Naskah Cirebon. Manuskripta, 43–65.
- Jennifer Rowsell, K. P. (2015). The Routledge Handbook of Literacy Studies. 169–169.
- Kardi. (2013). Literasi Budaya dan Budaya Lokal. Pustakaloka, 5(1), 83–91.
- Kemenag. (2019). Buku Saku Moderasi Beragama. Kemenag RI.
- Kemendikbud. (2017). Materi Pendukung Literasi Budaya dan Kewarganegaraan. Kemendikbud.
- Kemendikbud, S. G. (2016). Desain Induk Gerakan Literasi Sekolah. Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
- Kurdi, S. (2017). Sulaiman Kurdi, dkk, Konsep Taat kepada Pemimpin (Ulil Amri) di dalam Surah An-Nisa. Journal of Islamic Law and Studies, 34–35.
- Mohammad Jauharul Arifin, Intan Brilyanti Sugiono, & Arif Rahman Hakim. (2021). Pengembangan Taman Baca Sebagai Upaya Meningkatkan Literasi Anak Bangsa dalam Bingkai Moderasi Beragama. Abdimas Indonesian Journal, 1(1), 1–17.
- Mustolehudin. (2019). Implementasi Gerakan Literasi Madrasah. Prosiding Bidang Lektur, Khazanah Keeagamaan Dan Manajemen Organisasi, 1, 61–84.
- Nurzakiyah. (2018). Literasi Agama Sebagai Alternatif Pendidikan Moral. JPA, 19(2), 25.
- Prothero, S. (2009). Religious Literacy: What Every American Needs to Know And Doesn’t. HarperOne.
- Qardhawi, Y. (1983). Al-Khosois al-Amah Li Al-Islam diterjemahkan Rofi Munawar. Lentera Hati.
- Rahman, T. W. (2018). Pendidikan Multikultural Perspektif Al-Quran. Jurnal Tarbawi: Jurnal Ilmu Pendidikan, 33, 34.
- Sagala, S. (2013). Memahami Organisasi Pendidikan: Budaya dan Reinventing Organisasi. Alfabeta.
- Saida Rifda Barokah, & Yensika Yosi Bentari. (2019). Implementasi Manajemen Program Gerakan Literasi Madrasah di MAN 1 Lamongan. Jurnal Administrasi Pendidikan Islam, 1(2).
- Seiple, C., & Hoover, D. R. (2021). A Case for Cross-Cultural Religious Literacy. The Review of Faith & International Affairs, 19(1), 1–13. https://doi.org/10.1080/15570274.2021.1874165
- Shihab, Q. (2000). Tafsir Al-Misbah, Pesan, Kesan dan Keserasian Al-Qur’an. Lentera Hati.
- Shihab, Q. (2020). Wasathiyyah: Wawasan Islam tentang Moderasi Beragama. Lentera Hati.
- Simpson, J. (2005). Oxford Learner’s Dictionary. Oxford University Press.
- Suharto. (2015). Gagasan Pendidikan Muhammadiyah dan NU Sebagai Potret Pendidikan Islam Moderat di Indonesia. Jurnal Studi Keislaman, 81–109.
- Urbayatun, S. (2018). Komunikasi Pedagogik untuk Pengembangan Kemempuan Literasi pada Siswa. Kalika.
- Wardhani, Y., & Ekawati, E. (2020). Ujaran Kebencian Berbasis Agama: Kajian Persepsi, Respon, dan Dampaknya di Masyarakat. Buletin Al-Turas, 26(1), 153–171. https://doi.org/10.15408/bat.v26i1.13698